Bireuen – Pengurus Organisasi Mahasiswa UNIKI, mulai dari BEM UNIKI dan seluruh BEM Fakultas UNIKI, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) serta Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UNIKI, menggelar diskusi terbuka yang menyoroti berbagai isu yang terjadi di Kabupaten Bireuen. Jumat 14 Feb 2025
Dalam diskusi tersebut, mahasiswa menyoroti berbagai isu strategis seperti ketidakjelasan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang hingga kini tak kunjung rampung, serta dugaan tingginya tingkat korupsi yang membuat julukan “Kota Santri” bagi Bireuen terasa semakin luntur. Selain itu, mereka juga membahas minimnya transparansi anggaran daerah, kesenjangan pembangunan infrastruktur, serta rendahnya perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.
Presiden Mahasiswa UNIKI, Putri Zianby Cintami, dalam pernyataannya menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai kontrol sosial dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah.
“Kami berkumpul hari ini bukan sekadar untuk berdiskusi, tetapi juga untuk mencari solusi dan menyuarakan aspirasi masyarakat. Bireuen memiliki potensi besar, namun sayangnya banyak kebijakan yang justru tidak berpihak pada kepentingan rakyat. Kami, mahasiswa UNIKI, akan terus mengawal isu-isu ini agar ada perubahan nyata,” ujarnya.
Putri juga menekankan bahwa mahasiswa UNIKI siap untuk melakukan aksi yang lebih konkret jika pemerintah daerah tidak segera memberikan kejelasan dan tindakan nyata terkait berbagai persoalan yang mereka angkat.
Diskusi ini menjadi momentum bagi seluruh elemen mahasiswa UNIKI untuk bersatu dalam menyikapi berbagai permasalahan yang ada di Bireuen. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan pemerintah dan memastikan aspirasi masyarakat didengar serta diperjuangkan.
(Rj)