Jombang, satupenatv.com
Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang menyambut kunjungan Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) dengan hangat, dalam sebuah forum silaturahmi yang penuh makna, Jumat (23/5/2025). Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen antara insan pers dan pemerintah, tetapi juga penegasan komitmen Kemenag untuk membuka ruang kolaborasi dan memperluas pemahaman publik terhadap layanan keagamaan yang lebih menyeluruh.
Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Jombang menekankan bahwa institusi yang ia pimpin tidak sebatas menangani aspek-aspek ritual keagamaan, melainkan juga menjalankan fungsi pelayanan publik lintas sektor yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.
> “Kemenag bukan hanya mengurus pernikahan atau ibadah haji. Kami juga bertanggung jawab atas zakat, wakaf, pembinaan keluarga, pemberdayaan ekonomi umat, bahkan pelayanan digital. Ini yang sering kali belum diketahui secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia mencontohkan bagaimana persepsi terhadap Kantor Urusan Agama (KUA) masih terbatas pada urusan pernikahan. Padahal, KUA adalah ujung tombak pelayanan yang strategis dan vital bagi kehidupan beragama masyarakat.
> “Program revitalisasi KUA sedang kami dorong agar lembaga ini bisa tampil sesuai jati dirinya—bukan sekadar kantor urusan asmara, tetapi pusat pelayanan keagamaan masyarakat,” tambahnya.
Kemenag Jombang juga mengakui pentingnya peran media sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Namun, hingga kini tantangan utama masih terletak pada terbatasnya anggaran publikasi.
> “Kami rutin mengusulkan anggaran publikasi ke pusat setiap tahun, tetapi belum pernah disetujui. Padahal kami ingin bermitra secara formal dengan media, agar masyarakat mendapat informasi yang benar dan utuh tentang tugas kami,” paparnya.
Meski demikian, Kemenag tetap menyatakan keterbukaannya bagi awak media yang ingin menggali informasi atau meliput program-program kerja. Bahkan, pihaknya sering menerima kunjungan spontan dari jurnalis yang mencari informasi publik secara langsung.
Dalam forum ini pula, Kemenag Jombang memperkenalkan tagline internalnya: SANTRI—akronim dari Sat-set, Amanah, Nyata, Tepat, Responsif, dan Informatif, sebagai bentuk semangat transformasi pelayanan publik berbasis digital dan transparan.
> “Ini adalah identitas pelayanan kami. Masyarakat tidak boleh menunggu lama. Semua layanan harus cepat, tepat, dan bisa dipantau secara terbuka,” tegasnya.
Kunjungan IWOI dinilai sangat strategis, bukan hanya sebagai silaturahmi kelembagaan, melainkan juga sebagai langkah awal membangun ekosistem informasi yang sehat dan sinergis antara Kemenag dan insan pers.
> “Kami harap sinergi ini terus berlanjut. Media adalah mitra strategis dalam menjaga citra dan akuntabilitas lembaga,” pungkasnya.
(Adi W)