Permintaan Dana Abadi Eks Kombatan Rp 1,5 Triliun, Jangan Jadi Bayangan Kelam Kisah Rp 650 Miliar

- Editor

Saturday, 16 August 2025 - 02:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini Oleh: Mahmud Padang (Ketua DPW Alamp Aksi Provinsi Aceh)

Opini – Permintaa Muzakir Manaf alias Mualem agar pemerintah pusat mengalokasikan dana abadi Rp 1,5 triliun untuk mantan kombatan GAM kembali mengguncang ruang publik. Dana ini diusulkan sebagai kompensasi atas gagalnya realisasi program tanah bagi eks kombatan sebagaimana tercantum dalam MoU Helsinki.

Namun, ingatan publik langsung tertuju pada skandal dana hibah Rp 650 miliar tahun 2013, yang digelontorkan untuk program pemberdayaan mantan kombatan, tapol/napol, serta korban konflik. Dana jumbo itu sempat ditangani Kejati Aceh, bahkan dilaporkan ke KPK oleh sejumlah LSM antikorupsi. Indikasi penyimpangan berupa proyek fiktif, pengadaan bermasalah, hingga penerima fiktif sempat menyeruak. Sayangnya, kasus ini kemudian senyap tanpa kejelasan hukum hingga kini.

Di tengah gelombang dana konflik yang terus mengalir ke Aceh sejak 2005, fakta di lapangan justru getir. Banyak mantan kombatan yang di akar rumput tidak mahir melobi, tidak pandai berebut proyek, bahkan memilih diam demi menghindari keributan, sehingga tak kebagian sentuhan dari uang yang nilainya cukup fantastis . Lebih ironis lagi, masih banyak pula anak yatim, janda, keluarga syuhada, dan korban konflik yang belum pernah tersentuh bantuan.

Baca Juga:  DI USIA GAM KE 48, MASIHKAH KESEJAHTERAAN RAKYAT MENJADI TUJUAN?

Lalu, apa jaminannya dana Rp 1,5 triliun ini akan berbeda nasib dengan Rp 650 miliar yang hilang arah?

Jikapun Pemerintah Pusat benar-benar mengakomodir dana abadi tersebut, maka pengelolaannya harus ekstra ketat. Ada tiga syarat mutlak:
1. Transparansi penuh : data penerima, mekanisme distribusi, dan realisasi anggaran harus dipublikasikan secara terbuka, jangan sampai ada intrik-intrik nakal yang membayanginya;
2. Audit berlapis : BPK, KPK, hingga inspektorat daerah harus mengawasi secara ketat sejak perencanaan hingga evaluasi;
3. Prioritas akar rumput : bantuan wajib menyasar mereka yang selama ini terpinggirkan seperti eks-kombatan biasa, korban konflik, keluarga syuhada, dan bukan segelintir elit atau lingkaran yang dekat dengan kalangan elit.

Tanpa itu, Rp 1,5 triliun hanya akan jadi “replika pencitraan” yang menyakitkan. Aceh sudah terlalu kenyang dengan janji, terlalu sering dikhianati oleh angka-angka fantastis yang tak pernah terasa di meja makan rakyat kecil.

Pemerintah, baik pusat maupun daerah, tidak cukup sekadar menganggarkan. Mereka dituntut memberi bukti nyata bahwa dana itu benar-benar sampai ke tangan yang berhak. Jika tidak, sejarah kelam Rp 650 miliar hanya akan berulang dalam skala yang lebih besar.

Berita Terkait

Gua Tujuh Laweueng: Antara Mitos Lorong ke Mekkah dan Potensi Wisata Spiritual Aceh
Idealisme Dalam Pusaran Kekuasaan
MENJELAJAH POTENSI KANDIDAT PRESIDEN MAHASISWA: MENUJU PERUBAHAN UNIVERSITAS JABAR GHAFUR YANG LEBIH BAIK
Mualem, New Iskandar Muda Untuk Aceh?
Mentalitas Perampok Kian Akut, Kita Bisa Apa?
KPIPA SERUKAN PPDB BERINTEGRITAS JELANG TAHUN AJARAN BARU
Praktik Ilegal Pengisian BBM Solar di Jambi, Bukti Kebijakan Belum Tegas
Babinsa 03 Timang Gajah Terlibat Dalam Pendampingan Kegiatan Posyandu di Wilayah Binaan
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 29 August 2025 - 12:39 WIB

Ojol Jadi Korban, Dr Iswadi Desak Presiden Turun Tangan dan Berdialog Dengan Rakyat

Friday, 29 August 2025 - 09:32 WIB

Satlantas Polres Pidie Pasang Spanduk Keselamatan di Titik Rawan Kecelakaan

Friday, 29 August 2025 - 09:29 WIB

Dari Literasi hingga Ekonomi Kreatif, RPIA Buka Jalan Masa Depan Anak dan Ibu

Friday, 29 August 2025 - 08:45 WIB

Jumat Berkah, Rumah Makan King Food dan Cofee Gelar Grand Opening

Friday, 29 August 2025 - 07:53 WIB

Curi ATM dan Gasak 94 Juta, Warga Bireuen Ditangkap Opsnal Jatanras Polresta Banda Aceh

Thursday, 28 August 2025 - 16:24 WIB

Petani Kuala Pangoh Keluhkan Jalan Rusak, Hasil Panen Terpaksa Dipikul

Thursday, 28 August 2025 - 09:12 WIB

Kapolres Pidie Dukung UMKM Lokal, Cicipi Mie Suree di Pantai Ujong Pie

Thursday, 28 August 2025 - 09:09 WIB

Polres Pidie Ikut Serta Donor Darah pada Hari Lahir Kejaksaan RI ke-80

Berita Terbaru