Sembilan (9) ABK Asal Indonesia Terlantar di Perairan Mozambik

- Editor

Saturday, 16 August 2025 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Sembilan anak buah kapal (ABK) asal Indonesia dikabarkan dalam kondisi terlantar di perairan Mozambik, tepatnya di Beira Anchorage. Para ABK tersebut telah berada di kapal Gas Falcon kurang lebih selama 10 bulan.

“Kami sudah 10 di Beira, Mozambik berlabuh dan kami bekerja selama 8 bulan belum dibayar gaji kami oleh pihak owner atau pemilik kapal dari negara Italia,” kata salah satu ABK, Jefrison Nainggolan, saat dihubungi, Sabtu (16/8/2025).

Jefrison mengatakan mulanya para ABK berangkat pada 7 Oktober 2024 dari Jakarta menuju Mozambik. Kemudian mereka pun tiba di Mozambik pada 24 Oktober 2024.

Mereka lalu melakukan bongkar muatan. Namun, dia mengatakan pihak otoritas maritim menaiki kapal dan menahan dokumen serta ijazah para ABK.

“Lalu kami selesai bongkar, kami kembali lagi ke tanker, dan ikut dua orang polisi mengawal, menjaga kami di kapal. Kami mendapatkan informasi bahwa kapal ini sedang ditangkap oleh Pengadilan Mozambik,” jelasnya.

“Mereka membawa senjata, untuk mengamankan kami agar tidak kabur. Karena masih ada sisa muatan yang kami bongkar sekitar 1.600 ton, sampai menunggu gaji dibayar, itu sampai akhir Januari,” sambungnya.

Jefrison mengatakan pada Desember 2024, pihaknya telah meminta agar dapat pulang ke Indonesia. Namun, dia mengatakan pemilik kapal tidak memiliki uang untuk memulangkan mereka.

Dia mengatakan sampai saat ini, pihaknya belum menerima gaji. Jefrison mengatakan pihaknya juga telah meminta bantuan logistik dari KBRI Maputo. Bantuan itu pun dikabarkan baru tiba siang ini.

“Kami sudah meminta pihak KBRI Maputo, Kemlu dan PWNI meminta bantuan seperti logistik dan penurunan awak kapal ke darat, dan bantuan logistik dari Kedutaan Indonesia baru tiba hari ini, kami berharap segera pulang sebelum habis makanan, air tawar dan bahan bakar,” ujarnya.

Baca Juga:  Polda Aceh Berhasil Gagalkan Perdagangan Anak di Bawah Umur

“Kami tidak diizinkan turun ke darat oleh pihak otoritas maritim alasan mereka harus ada pengganti crew baru. Kami sudah meminta pulang sejak Desember sampai sekarang pihak owner hanya menjanjikan harapan palsu atau bohong bagi kami,” imbuh dia.

Sementara itu, Dubes Mozambik, Kartika Candra Negara, buka suara mengenai kondisi 9 ABK yang terlantar di perairan Mozambik. Candra mengatakan pihaknya telah berupaya membantu para ABK tersebut.

“Sudah kami bantu tangani sejak sekitar Januari. Alhamdulillah secara fisik semua sehat. Tapi semua harus banyak bersabar, karena mereka sudah sejak Oktober berada di atas kapal yang tak bergerak. Sejak Januari mereka juga belum menerima gaji, sehingga keluarga mereka di rumah juga mengalami kesulitan keuangan,” jelasnya.

Dia menjelaskan kapal tanker para ABK berada sekitar 4 mil dari Pelabuhan Beira. Dia mengatakan kapal tersebut tidak boleh bergerak lantaran status dan isinya disita oleh Mahkamah Maritim Sofala.

“KBRI Maputo dan Kemlu RI terus berusaha untuk bantu agar semua awak kapal WNI bisa segera didisembarkasi dan kembali kepada keluarga masing-masing di Indonesia,” tuturnya.

“Sementara ini, Mahkamah akan mengizinkan para ABK didisembarkasi apabila sudah tersedia kru pengganti. Sampai saat ini, Pemilik kapal (warga Negara Italia) masih terus menjanjikan untuk menyediakan kru pengganti dan membayar gaji yang tertunggak. Sesuai ketentuan internasional, kapal di laut tidak boleh ditinggalkan kosong (tanpa awak),” imbuhnya.(Ag)

Berita Terkait

Dari Literasi hingga Ekonomi Kreatif, RPIA Buka Jalan Masa Depan Anak dan Ibu
Jumat Berkah, Rumah Makan King Food dan Cofee Gelar Grand Opening
Curi ATM dan Gasak 94 Juta, Warga Bireuen Ditangkap Opsnal Jatanras Polresta Banda Aceh
Camat Muara Tiga Ngopi Bareng Dan Bersilaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat
Komunikasi Babinsa Dengan Penjual Sayuran pekan
Petani Kuala Pangoh Keluhkan Jalan Rusak, Hasil Panen Terpaksa Dipikul
Sekda Pidie, Drs. Samsul Azhar Gelar Rapat Sosialisasi Pengenalan dan Launching Kartu Pidie Sehat
Peran Babinsa Rangkul Warga Untuk Bergotong Royong
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 29 August 2025 - 12:39 WIB

Ojol Jadi Korban, Dr Iswadi Desak Presiden Turun Tangan dan Berdialog Dengan Rakyat

Friday, 29 August 2025 - 09:32 WIB

Satlantas Polres Pidie Pasang Spanduk Keselamatan di Titik Rawan Kecelakaan

Friday, 29 August 2025 - 09:29 WIB

Dari Literasi hingga Ekonomi Kreatif, RPIA Buka Jalan Masa Depan Anak dan Ibu

Friday, 29 August 2025 - 08:45 WIB

Jumat Berkah, Rumah Makan King Food dan Cofee Gelar Grand Opening

Friday, 29 August 2025 - 07:53 WIB

Curi ATM dan Gasak 94 Juta, Warga Bireuen Ditangkap Opsnal Jatanras Polresta Banda Aceh

Thursday, 28 August 2025 - 16:24 WIB

Petani Kuala Pangoh Keluhkan Jalan Rusak, Hasil Panen Terpaksa Dipikul

Thursday, 28 August 2025 - 09:12 WIB

Kapolres Pidie Dukung UMKM Lokal, Cicipi Mie Suree di Pantai Ujong Pie

Thursday, 28 August 2025 - 09:09 WIB

Polres Pidie Ikut Serta Donor Darah pada Hari Lahir Kejaksaan RI ke-80

Berita Terbaru